Penerapan Model Pembelajaran IPS MI/SD
Kelas 6
Diajukan Untuk
Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Materi IPS
MI/SD (3)
Disusun oleh :
Elis Sulastri
Erni Epriliyani
Shafira Nurlaela
Syarif Hidayatul Aula
Elis Sulastri
Erni Epriliyani
Shafira Nurlaela
Syarif Hidayatul Aula
Segala puji dan syukur pesnyusun panjatkan ke hadirat ALLAH S.W.T. karena atas
berkat dan karunianya, penyusun dapat menyelesaikan tugas makalah ini. Karena tanpa
rahmat dan kasih sayangnya penyusun tidak akan mampu. Shalawat dan salam
penulis panjatkan ke hadirat alam , Nabi besar Muhammad S.A.W. kepada
keluarganya, para sahabatnya, tabi’in tabi’atnya hingga sampai kepada kita
selaku umatnya, semoga mendapatkan syafa’at darinya di yaumil akhir nanti.
Penyusun membuat makalah ini dengan
tujuan memenuhi tugas mata kuliah Materi
IPS MI/SD (3) serta mempeluas ilmu pengetahuan dalam bidang
pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial
Penyusun membuat makalah ini dengan
berbagai rintangan. Baik itu yang berasal dari dalam diri penyusun sendiri
maupun dari luar. Semoga hal ini mampu menjadi pelajaran bagi penyusun dalam
menyelesaikan karya karyanya yang lain di masa yang akan datang.
Penyusun juga mengucapkan terima kasih
kepada Bapak Riki Ridwana, S.Pd., M.Sc. yang telah bersedia memberikan tenggang
waktu yang memadai kepada penyusun untuk menyelesaikan makalah ini.
Semoga makalah ini
dapat menjadi sumber referensi yang andal bagi pembaca dalam mempelajari mata
kuliah Materi IPS MI/SD (3). Penyusun
yakin bahwa masih terdapat kekurangan di dalamnya. Untuk itu kritik dan saran
yang membangun sangat penyusun harapkan. Terimakasih
Ciamis, 20 Februari 2016
Penyusun
|
PETA KONSEP
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan
salahsatu mata pelajaran wajib di Indonesia, hal itu termaktub dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003
tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 37 ayat 1 yang menyatakan bahwa ilmu
sosial sebagai salahsatu mata pelajaran wajib pada jenjang sekolah dasar dan
menengah.
Ilmu Pengetahuan social sangat
diperlukan oleh peserta didik , baik itu sebagai ilmu murni maupun terapan bagi
kelangsungan hidupnya di masa sekarang maupun di masa yang akan datang. Oleh
karena itu, tata cara pengelolaan dan penyampaianya harus tepat, hingga dapat
dipahami dan dijiwai secara nyata oleh siswa. Sehingga siswa tidak akan merasa
canggung untuk mengambil pengertian dari dan atau mengaplikasikannya di
kehidupan nyata. Dengan kata lain
siap di lingkungan social masyarakat
yang sesungguhnya.
Model pembelajaran merupakan salahsatu
strategi yang digunakan oleh seorang pendidik dalam pengajaran. Seorang
pendidik diharuskan mampu memilih model pembelajaran yang tepat untuk mata
pelajaran yang disampaikan. Ilmu Pengetahuan Sosial telah ditetapkan sebagai
mata pelajaran wajib di tingkat dasar. Setiap pendidik di tingkat SD/MI harus
mengetahui model yang tepat untuk mata pelajaran tersebut.
Terdapat beberapa model pembelajaran
yang bagus diterapkan untuk pembelajaran materi Ilmu Pengetahuan Sosial.
Penyusun membuat makalah tentang penerapan model pembelajaran IPS MI/SD sebagai
referensi..
1.2. Rumusan Masalah
Rumusan
Masalah dari makalah ini adalah sebagai berikut :
1.
Model Pembelajaran
2.
Penerapan Model Pembelajaran Materi IPS
MI/SD Kelas 6
1.3.Tujuan
Tujuan
dari makalah ini adalah sebagai berikut :
1.
Mahasiswa dapat memamahi pengetian
model pembelajaran
2.
Mahasiswa dapat mempraktekan model
pembelajaran pada pembelajaran IPS MI/SD kelas 6
1.4.Manfaat
- Sebagai sarana menambah ilmu pengetahuan
- Sebagai sarana meningkatkan profesionalitas pendidikan dalam proses pembelajaran
- Sebagai referensi dalam mempelajari model pembelajaran
- Sebagai pedoman dalam melaksanakan model Pembelajaran
BAB II
PEMBAHASAN
2.1.
Pengertian
Menurut kamus Bahasa Indonesia, model diartikan
sebagai pola, acuan, ragam dari sesuatu yang
akan dibuat atau dihasilkan. Sedangkan pembelajaran adalah proses, cara,
perbuatan menjadikan orang atau makhluk hidup belajar. Dengan demikian Model pembelajaran
dapat diartikan sebagai pola atau
acuan yang digunakan pendidik untuk
membelajarkan peserta didik
Penerapan Model Pembelajaran IPS MI/SD Kelas 6 dapat
didefinisikan sebagai pola atau acuan yang digunakan pendidik dalam
membelajarkan siswa untuk mata pelajaran
IPS.
Penggunaan model PembelajaranI IPS sangat diperlukan
untuk mencapai keberhasilan pembelajaran. IPS sebagai ilmu pengetahuan juga
berfungsi sebagai ilmu terapan yang berguna bagi siswa untuk bergaul dengan
layak, membangun hubungan dan komunikasi yang haronis bersama dengan
lingkungannya, baik itu lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat.
Adapun Karakteristik model pembelajaran yang baik
adalah valid, praktis dan efektif. Model Pembelajaran dikatakan rasional, memiliki landasan yang kuat.
Praktis berarti dapat diterapkan atau dapat diaplikasikan dalam pembelajaran.
Sedangkan Efektif berarti berguna atau
memberikan hasil yang diharapkan.
2.2. Penerapan Model Pembelajaran Pembelajaran Kelas 6 MI/SD
2.2.1. TAI
(Team Assisted Individualization)
Team Assisted Individualization (TAI) adalah model pembelajaran yang
mengkombinasikan antara model pembelajaran kooperatif dan individual. Dirancang
untuk mengatasi masslah siswa belajar secara individual.
Model pembelajaran TAI
bagus digunakan dalam pembelajaran IPS tentang administrasi wilayah
Indonesia. Adapun alasannya adalah materi yang harus dipelajari cukup singkat
namun sulit dipahami seorang diri
Model pembelajaran TAI memiliki delapan
komponen. Kedelapan komponen tersebut adalah sebagai berikut:
1.
Teams, yaitu pembentukan kelompok heterogen yang
terdiri atas 4 sampai 5 siswa
2.
Placement Test, yakni pemberian pre-test kepada
siswa atau melihat rata-rata nilai harian siswa agar guru mengetahui kelemahan
siswa pada bidang tertentu,
3.
Student Creative, melaksanakan tugas dalam suatu
kelompok dengan menciptakan situasi di mana keberhasilan individu ditentukan
atau dipengaruhi oleh keberhasilan kelompoknya,
4.
Team Study, yaitu tahapan tindakan belajar yang
harus dilaksanakan oleh kelompok dan guru memberikan bantuan secara individual
kepada siswa yang membutuhkannya.
5.
Team Scores and Team Recognition, yaitu
pemberian skor terhadap hasil kerja kelompok dan pemberian kriteria penghargaan
terhadap kelompok yang berhasil secara cemerlang dan memberikan dorongan
semangat kepada kelompok yang dipandang kurang berhasil dalam menyelesaikan
tugas,
6.
Teaching Group, yakni pemberian materi secara
singkat dari guru menjelang pemberian tugas kelompok,
7.
Facts Test, yaitu pelaksanaan tes-tes kecil
berdasarkan fakta yang diperoleh siswa,
dan
8.
Whole-Class Units, yaitu pemberian materi
kembali di akhir waktu pembelajaran oleh guru dengan strategi pemecahan
masalah.
Adapun penerapan model
pembelajaran TAI dalam pembelajaran IPS tentang Administrasi dan Wilayah
Indonesia adalah sebagai berikut :
1.
Pada pertemuan sebelumnya, pendidik memberi
tugas kepada siswa untuk mempelajari
Administrasi dan Wilayah Indonesia dari sumber yang telah disediakan atau
dianjurkan. Pendidik juga memberi keleluasaan kepada pesdik untuk belajar dari
sumber lain sebagai tambahan dan pengembangan. Pendidik juga menganjurkan
pesdik untuk mencatat hal – hal sulit yang tidak atau kurang dipahami.
2.
Pendidik menjelaskan garis besar materi secara
singkat
3.
Pendidik memberi kuis/so’al untuk mengetahui
kemampuan awal pesdik
4.
Pembentukan kelompok yang heterogen.
Maksud dari heterogen dalam model ini
dapat berupa tingkat kemampuan, ras, agama , jenis kelamin dsb. Pendidik dapat
mengetahui perbedaan siswa dari hasil kuis yang telah dilakukan. Baiknya
menggunakan so’al otomatis. Sehingga tidak memerlukan waktu lama bagi pesdik
untuk memeriksa nilai setiap pesdik.
5.
Pendidik menjelaskan prinsip model pembelajaran
TAI dimana nilai kelompok merupakan nilai individu. Dengan demikia, demi
prestasinya sendiri setiap individu terpaksa harus berjuang mengajarkan teman
yang belum mengerti sampai mengerti.
6.
Pesdik mendiskusikan hasil pembelajaran di rumah
bersama anggota kelompok, membahas so’al yang telah dikerjakan dan saling
mengoreksi satu sama lain.
7.
Pesdik memberikan kuis akhir secara individual
untuk melihat kemampuan siswa setelah belajar bersama anggota kelompoknya.
8.
Guru memberi penghargaan pada kelompok
berdasarkan perolehan nilai peningkatan hasil belajar individual dari skor kuis
dasar ke skor kuis akhir.
2.2.2. Jigsaw
Model
pembelajaran jigsaw adalah sebuah model belajar
kooperatif yang menitik beratkan kepada kerja kelompok siswa dalam bentuk
kelompok kecil, seperti yang diungkapkan Lie ( 1993: 73), bahwa pembelajaran
kooperatif model jigsaw ini merupakan model belajar kooperatif dengan
cara siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri atas empat sampai dengan
enam orang secara heterogen dan siswa bekerja sama salaing ketergantungan
positif dan bertanggung jawab secara mandiri.
Dalam model pembelajaran jigsaw ini siswa memiliki
banyak kesempatan untuk mengemukanakan pendapat, dan mengelolah imformasi yang
didapat dan dapat meningkatkan keterampilan berkomunikasii, anggota kelompok
bertanggung jawab atas keberhasilan kelompoknya dan ketuntasan bagian materi
yang dipelajari, dan dapat menyampaikan kepada kelompoknya ( Rusman, 2008.203).
Adapun beberapa karakteristik atau ciri dari model
pembelajaran jigsaw diantaranya:
1.
Siswa belajar dalam kelompok kecil
yang terdiri dari 4-6 orang per kelompok dengan memperhatikan keheterogenan
2.
Bekerja sama positifdan setiap
anggota bertanggung jawab untuk mempelajari masalah tertentu dan materi yang
diberikandan menyampaikan materi tersebut kepada anggota kelompok yang lain.
Terdapat kelompok asal dan kelompok hasil yang saling bekerja sama.
Adapun contoh penerapan
model pembelajaran Jigsaw dalam
pembelajaran IPS kelas 6 adalah sebagai
berikut.
1.
Pada pertemuan sebelumnya, guru membentuk
kelompok heterogen yang terdiri dari 5 – 6 siswa. ,
2.
Pada pertemuan sebelumnya pula, pendidik memberi
tugas kepada masing – masing anggota kelompok untuk mepelajari benua/ negara
tetangga. Setiap anggota kelompok mempelajari benua/negara tetangga yang
berbeda. Pendidik memberikan referensi yang bisa dijadikan acuan, misalkan
alamat blog, handout dsb. Pendidik memberi keleluasan untuk menhhunakan sumber
lain sebagai pengembangan atau penjelasan terhadap materi yang kurang dipahami.
Pendidik juga memberikan lembar khusus untuk mencatat hal – hal yang kurang
dimengerti selama proses pembelajaran di rumah.
3.
Pada hari penerapan model pembelajaran, pendidik
meminta setiap anggota kelompok untuk
bergabung dengan anggota kelompok lain yang mempelajari hal yang serupa.
4.
Hal – hal yang kurang dimengerti selama proses
pembelajaran di rumah didiskusikan bersama dalam kelompok tersebut.
5.
Saat proses diskusi selesai, setiap anggota
kelompok dapat kembali pada kelompok awal.
6.
Setiap anggota kelompok saling berbagi dan berdiskusi tentag pengetahuan yang telah
dipelajarinya.
2.2.3. TBI (Task Based Instruction)
Task Based Instruction (TBI) merupakan model
pembelajaran yang dilakukan dengan cara membentuk pengalaman siswa, dengan kata
lain siswa langsung mempraktekannya sendiri, melakukan eksperimen atau turun
langsung ke lapangan. Pengetahuan yang didapat
bukan hanya sekdar teori tapi juga keterampilan atau kemampuan terapan.
Dalam pembelajarn IPS kelas 6 MI, model ini sangat
baik digunakan dalam mepelajari bencana alam. Dengan demikian siswa dapat
langsung merasakan dan memahami secara nyata tentang daerah – daerah yang
berpotensi, sebab akibat, pencegahan dan penanggulangan bencana alam yang ada
di daerahnya
Karakteristik dari model TBI antara lain adalah adanya
kegiatan mengamati dan praktek langsung.
Contoh penerapan model pembelajaran TBI dalam
memepelajari bencana alam adalah sebagai berikut :
1.
Pendidik memberi tugas kepada siswa untuk
mengamati video tentang bencana alam dan penanggulanganya, khususnya yang
berpotensi terjadi di wilayah mereka.
2.
Guru mengajak siswa untuk pengamatan secara
langung tentang potensi bencana yang ada diwilayah sekitar sekolah, contoh area
rawan longsor, area rawan banjir, dsb.
3.
Pesdik melakukan tanya jawab dengan pesdik
tentang potensi bencana alam yanga ada di daerah tersebut
4.
Pesdik menerangkan secara singkat tentang
potensi, sebab akibat, dan hal – hal lain tentang potensi bencana yang terjadi
pada daerah itu.
5.
Bersama pesdik, bersama pendidik melakukan
penanggulangan bencana di daerah tersebut. Contohnya menanam pohon, di daerah
yang rawan lonngsor, menanam pohon bakau di sekitar pantai untuk mencegah
abrasi, dan melakukan pembersihan sungai/daur ulang di kawasan rawan banjir.
6.
Pendidik juga membimbing siswa untuk melakukan
simulasi apabila terjadi bencana, misalnya berlari, naik pohon, mencari area
yang lebih tinggi dsb.
7.
Guru memberikan so’al terkait dengan hal yang
telah dipelajari.
Model pembelajaran ini juga cocok digunakan untuk
mempelajari operasi pasar.
2.2.4. Role Playing
Role playing atau bermain peran adalah sejenis
permainan gerak yang di dalamnya ada tujuan, aturan dan sekaligus melibatkan
unsur senang (Jill Hadfield, 1986). Adapun Abu Ahmadi dan Joko Tri Prasetya
(1997:81) memberikan pendapat tentang metode role playing, yaitu, “Suatu cara
mengajar yang memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mendramatisasikan
sikap, tingkah laku atau penghayatan seseorang, seperti yang dilakukan dalam
hubungan sosial sehari-hari dalam masyarakat.”
Metode Role Playing adalah suatu cara penguasaan
bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa.
Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya
sebagai tokoh hidup atau benda mati. Permainan ini pada umumnya dilakukan lebih
dari satu orang, hal itu bergantung kepada apa yang diperankan. Role playing
atau disebut juga dengan istilah sosiodrama merupakan permainan yang dilakukan
oleh anak didik tentang satu situasi.
Metode Role Playing bagus diterapkan dalam
pembelajaran perdagangan internasional dengan permainan tata negara. Adapun
langkah – langkah permainan tata negara dalam pembelajaran Perdaganagan
Internasional adalah sebagai berikut.
1.
Guru membagi siswa ke dalam kelompok heterogen
yang terdiri 5 – 6 orang
2.
Setiap kelompok memilih nama negara sebagai nama
kelompok mereka
3.
Setiap anggota kelompok memilih peran yang telah
disediakan oleh guru, yaitu, pemerintah, Bank + BUMN, intel, dan rakyat yang
masing – masing memiliki pekerjaan sebagai, petani dan pedagang.
4.
Setiap orang diberi modal, petani, pedagang, dan
bank negara.
5.
Setiap negara dibagi lahan, sumber daya alam,
wabah penyakit/virus, dan potensi bencana.
6.
Setiap peran diberi tahu tentang tugasnya masing
– masing
a.
Petani bertugas menggarap sumber daya alam
negara dan memelihara ternak. bibit, pupuk, anak ternak dan pakan dibeli dari
pedagang. Petani bebas membeli bibit dan ternak kepada pedagang mana saja.
Jangka waktu panen dan besarnya ternak
ditentukan 5 menit sejak penanaman. Sesaat setelah menanam petani langsung
mengatur alarm. Petani dapat menjual hasil kebun dan ternaknya kepada pedagang
dalam negri, ataupun luar negri dengan pajak bea cukai yang telah ditentukan
oleh masing – masing negara. Ketika petani kehabisan modal petani dapat
meminjam pada bank.
b.
Intel bertugas menyelidiki negara lain. Masing –
masing Intel mengawasi satu negara. Intel juga menjaga petani, agar tidak
melakukan kecurangan. misalnya mengatur alarm terlalu cepat/ kurang dari 5
menit
c.
Pedagang menjual bibit dan anak ternak. Bibit
dan anak ternak yang dijual oleh masing – masing pedagang berbeda sesuai dengan
komoditi utama negaranya. membeli hasil
perkebunan petani yang sudah dipanen. Setelah dibeli, ternak kembali menjadi
anak ternak, dan hasi pertanian berubah menjadi bibit kembali. Yang selanjutnya
dapat dijual kepada petani. Pedagang berhak menolak produk yang dijual petani
kepadanya.
d.
Pemerintah penentu kebijakan, diantaranya menentukan pajak bea cukai,
operasi pasar, pajak bangunan pedagang dan pajak lahan petani. Setiap 10 menit
sekali pemerintah mengumumkan pemungutan pajak kepada petani dan pedagang.
Pemerintah juga menyedikan lahan kosong. Lahan itu dapat dibeli oleh petani
dari negara manapun. Pajak berdasarkan lahan. Pemerintah bebas menentukan
harga..
e.
BUMN yang merangkap sebagai bank, menyedikan
pinjaman, lahan kosong, bibit, dan anti virus untuk negara lain. BUMN juga
dapat menanam saham di lahan – lahan negaranya atau negara lain berdasarkan
persetujuan.
7.
Tujuannya adalah petani dan pedagang berusaha
mendapatkan uang dan lahan sebanyak – banyaknya. Sedangkan Pemerintah, Intel
bersama BUMN menjaga negara dari serangan virus dan bencana. Barangsiapa yang
rakyatnya paling makmur dan negaranya telah tehindar dari bencana maka itulah yang
dinyatakan menang.
BAB III
PENUTUP
3.1. Simpulan
1.
Model Pembelajaran adalah acuan yang digunakan pendidik untuk membelajarkan
peserta didik dalam proses pembelajaran
2.
Model Pembelajaran yang cocok diterapkan dalam
pembelajaran IPS MI/SD kelas 6 adalah Rolle Playing, TAI, TBI, dan Jigsaw
3.
TAI adalah model pembelajaran yang merupakan
perpaduan antara model pembelajaran kooperatif dan individual, dirancang untuk
mengatasi kesulitan belajar individual dan baik diterapkan dalam pembelajaran
Administrasi Wilayah Indonesia.
4.
TBI adalah model pembelajaran yang membentuk
pengalaman siswa , cocok diterapkan dalam pembelajaran bencana alam
5.
Jigsaw adalah model pembelajaran kooperatif yang
terdiri yang menggunakan prinsip puzzle, dimana masing – masing dalam anggota
kelompok memiliki peran atau kedudukan yang tidak bisa digantikan. Setiap
anggota kelompok mempelajari bagian pengetahuan yang berbeda, yang pada
akhirnya untuk dibagikan pada kelompoknya, saling berbagi pengetahuan yang
telah dipelajari.
6.
Rolle Playing merupakan model pembelajaran yang
diekspresikan melalui peran. Baik digunakan dalam pembelajaran Perdagangan
Internasional.
1.
3.2. Saran
Demikian karya tulis ini penyusun buat secara rinci dan sistematis,
berdasarkan sumber – sumber yang aktual dan dapat dipertanggungjawabkan.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat khusunya bagi pendidik dan calon
pendidik dan umumnya bagi segenap pembaca dan seluruh elemen masyarakat yang
terlibat dan tertarik dengan pendidikan
Semoga makalah ini dapat dijadikan dan diaplikasikan dengan semestinya
pada proses pembelajaran. Sehingga tercipta suatu proses pembelajaran yang
berkualitas dan bermakna yang berujung pada keberhasilan tujuan dan prestasi
yang memuaskan.
Terimakasih dan mohon maaf atas segala kekurangan, kritik dan saran yang
membangun sangata penyusun harapkan. Wabillahitaufiq Walhidayah
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
DAFTAR PUSTAKA
Widodo, Sri Warsono dan HP Mulyadi. Ilmu Pengetahuan Sosial Untuk SD/MI kels VI.
Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Nurlaela, Shafira. 2015. Makalah Model Pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI). Ciamis
: Byself
Suryana, Nana. 2015. Makalah Model Pembelajaran Task Based Intruction (TBI). Ciamis :
Byself
Aisiyah, Enur. 2015. Makalah Model Pembelajaran Jigsaw. Ciamis : Byself
Karim. Elin. 2015. Makalah Model Pembelajaran Rolle Playing. Ciamis :Byself
Sumber lain:
Khoiratunnisa, Nisa. 2012. Definisi Metode, Model Pembelajaran
Menurut Para Ahli. Melalui :
(http://neza-khoirotunnisa.blogspot.co.id/2012/09/definisi-metode modelpembelajaran.html) (19/02/2016)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar