noscript>

Jumat, 19 Februari 2016

Penerapan Model Pembelajaran IPS MI/SD Kelas 6



Penerapan Model Pembelajaran IPS MI/SD Kelas 6

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas  Mata Kuliah
Materi IPS MI/SD  (3)
Dari Riki Ridwana, S.Pd., M.Sc.


 Disusun oleh : 

 Elis Sulastri
Erni Epriliyani 
 Shafira Nurlaela
Syarif Hidayatul Aula

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM PUTERA GALUH
PROGRAM STUDI PGSD/MI
TAHUN 2016

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur pesnyusun  panjatkan ke hadirat ALLAH S.W.T. karena atas berkat dan karunianya, penyusun dapat menyelesaikan tugas makalah ini. Karena tanpa rahmat dan kasih sayangnya penyusun tidak akan mampu. Shalawat dan salam penulis panjatkan ke hadirat alam , Nabi besar Muhammad S.A.W. kepada keluarganya, para sahabatnya, tabi’in tabi’atnya hingga sampai kepada kita selaku umatnya, semoga mendapatkan syafa’at darinya di yaumil akhir nanti.
Penyusun membuat makalah ini dengan tujuan memenuhi tugas mata kuliah Materi IPS MI/SD (3) serta mempeluas ilmu pengetahuan dalam bidang pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial
Penyusun membuat makalah ini dengan berbagai rintangan. Baik itu yang berasal dari dalam diri penyusun sendiri maupun dari luar. Semoga hal ini mampu menjadi pelajaran bagi penyusun dalam menyelesaikan karya karyanya yang lain di masa yang akan datang.
Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Riki Ridwana, S.Pd., M.Sc. yang telah bersedia memberikan tenggang waktu yang memadai kepada penyusun untuk menyelesaikan makalah ini.
Semoga makalah ini dapat menjadi sumber referensi yang andal bagi pembaca dalam mempelajari mata kuliah Materi IPS MI/SD (3).  Penyusun yakin bahwa masih terdapat kekurangan di dalamnya. Untuk itu kritik dan saran yang membangun sangat penyusun harapkan. Terimakasih


Ciamis, 20 Februari 2016


Penyusun

PETA KONSEP
BAB I  
PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang
Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan salahsatu mata pelajaran wajib di Indonesia, hal itu termaktub dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 37 ayat 1 yang menyatakan bahwa ilmu sosial sebagai salahsatu mata pelajaran wajib pada jenjang sekolah dasar dan menengah.
Ilmu Pengetahuan social sangat diperlukan oleh peserta didik , baik itu sebagai ilmu murni maupun terapan bagi kelangsungan hidupnya di masa sekarang maupun di masa yang akan datang. Oleh karena itu, tata cara pengelolaan dan penyampaianya harus tepat, hingga dapat dipahami dan dijiwai secara nyata oleh siswa. Sehingga siswa tidak akan merasa canggung untuk mengambil pengertian dari dan atau mengaplikasikannya di kehidupan nyata. Dengan  kata lain siap  di lingkungan social masyarakat yang sesungguhnya.
Model pembelajaran merupakan salahsatu strategi yang digunakan oleh seorang pendidik dalam pengajaran. Seorang pendidik diharuskan mampu memilih model pembelajaran yang tepat untuk mata pelajaran yang disampaikan. Ilmu Pengetahuan Sosial telah ditetapkan sebagai mata pelajaran wajib di tingkat dasar. Setiap pendidik di tingkat SD/MI harus mengetahui model yang tepat untuk mata pelajaran tersebut.
Terdapat beberapa model pembelajaran yang bagus diterapkan untuk pembelajaran materi Ilmu Pengetahuan Sosial. Penyusun membuat makalah tentang penerapan model pembelajaran IPS MI/SD sebagai referensi..
1.2. Rumusan Masalah
Rumusan Masalah dari makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Model Pembelajaran
2.      Penerapan Model Pembelajaran Materi IPS MI/SD Kelas 6
1.3.Tujuan
Tujuan dari makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Mahasiswa dapat memamahi pengetian model pembelajaran
2.      Mahasiswa dapat mempraktekan model pembelajaran pada pembelajaran IPS MI/SD kelas 6  
1.4.Manfaat
  1. Sebagai sarana menambah ilmu pengetahuan
  2. Sebagai sarana meningkatkan profesionalitas pendidikan dalam proses pembelajaran
  3. Sebagai referensi dalam mempelajari model pembelajaran
  4. Sebagai pedoman dalam melaksanakan model Pembelajaran


BAB II
PEMBAHASAN

2.1.       Pengertian
Menurut kamus Bahasa Indonesia, model diartikan sebagai pola, acuan, ragam dari sesuatu yang  akan dibuat atau dihasilkan. Sedangkan pembelajaran adalah proses, cara, perbuatan menjadikan orang atau makhluk hidup belajar. Dengan demikian Model pembelajaran dapat diartikan sebagai  pola atau acuan  yang digunakan pendidik untuk membelajarkan peserta didik
Penerapan Model Pembelajaran IPS MI/SD Kelas 6 dapat didefinisikan sebagai pola atau acuan yang digunakan pendidik dalam membelajarkan siswa  untuk mata pelajaran IPS.
Penggunaan model PembelajaranI IPS sangat diperlukan untuk mencapai keberhasilan pembelajaran. IPS sebagai ilmu pengetahuan juga berfungsi sebagai ilmu terapan yang berguna bagi siswa untuk bergaul dengan layak, membangun hubungan dan komunikasi yang haronis bersama dengan lingkungannya, baik itu lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat.
Adapun Karakteristik model pembelajaran yang baik adalah valid, praktis dan efektif. Model Pembelajaran dikatakan  rasional, memiliki landasan yang kuat. Praktis berarti dapat diterapkan atau dapat diaplikasikan dalam pembelajaran. Sedangkan Efektif berarti berguna atau  memberikan hasil yang diharapkan.

2.2.    Penerapan Model Pembelajaran Pembelajaran Kelas  6 MI/SD

2.2.1.      TAI  (Team Assisted Individualization)
Team Assisted Individualization (TAI)  adalah model pembelajaran yang mengkombinasikan antara model pembelajaran kooperatif dan individual. Dirancang untuk mengatasi masslah siswa belajar secara individual.
Model pembelajaran TAI  bagus digunakan dalam pembelajaran IPS tentang administrasi wilayah Indonesia. Adapun alasannya adalah materi yang harus dipelajari cukup singkat namun sulit dipahami seorang diri
Model pembelajaran TAI memiliki delapan komponen. Kedelapan komponen tersebut adalah sebagai berikut:
1.      Teams, yaitu pembentukan kelompok heterogen yang terdiri atas 4 sampai 5 siswa
2.      Placement Test, yakni pemberian pre-test kepada siswa atau melihat rata-rata nilai harian siswa agar guru mengetahui kelemahan siswa pada bidang tertentu,
3.      Student Creative, melaksanakan tugas dalam suatu kelompok dengan menciptakan situasi di mana keberhasilan individu ditentukan atau dipengaruhi oleh keberhasilan kelompoknya,
4.      Team Study, yaitu tahapan tindakan belajar yang harus dilaksanakan oleh kelompok dan guru memberikan bantuan secara individual kepada siswa yang membutuhkannya.
5.      Team Scores and Team Recognition, yaitu pemberian skor terhadap hasil kerja kelompok dan pemberian kriteria penghargaan terhadap kelompok yang berhasil secara cemerlang dan memberikan dorongan semangat kepada kelompok yang dipandang kurang berhasil dalam menyelesaikan tugas,
6.      Teaching Group, yakni pemberian materi secara singkat dari guru menjelang pemberian tugas kelompok,
7.      Facts Test, yaitu pelaksanaan tes-tes kecil berdasarkan fakta  yang diperoleh siswa, dan
8.      Whole-Class Units, yaitu pemberian materi kembali di akhir waktu pembelajaran oleh guru dengan strategi pemecahan masalah.
Adapun penerapan model pembelajaran TAI dalam pembelajaran IPS tentang Administrasi dan Wilayah Indonesia adalah sebagai berikut :
1.      Pada pertemuan sebelumnya, pendidik memberi tugas kepada siswa untuk  mempelajari Administrasi dan Wilayah Indonesia dari sumber yang telah disediakan atau dianjurkan. Pendidik juga memberi keleluasaan kepada pesdik untuk belajar dari sumber lain sebagai tambahan dan pengembangan. Pendidik juga menganjurkan pesdik untuk mencatat hal – hal sulit yang tidak atau kurang dipahami.
2.      Pendidik menjelaskan garis besar materi secara singkat
3.      Pendidik memberi kuis/so’al untuk mengetahui kemampuan awal pesdik
4.      Pembentukan kelompok yang heterogen.
Maksud dari heterogen dalam model ini dapat berupa tingkat kemampuan, ras, agama , jenis kelamin dsb. Pendidik dapat mengetahui perbedaan siswa dari hasil kuis yang telah dilakukan. Baiknya menggunakan so’al otomatis. Sehingga tidak memerlukan waktu lama bagi pesdik untuk memeriksa nilai setiap pesdik.
5.      Pendidik menjelaskan prinsip model pembelajaran TAI dimana nilai kelompok merupakan nilai individu. Dengan demikia, demi prestasinya sendiri setiap individu terpaksa harus berjuang mengajarkan teman yang belum mengerti sampai mengerti.
6.      Pesdik mendiskusikan hasil pembelajaran di rumah bersama anggota kelompok, membahas so’al yang telah dikerjakan dan saling mengoreksi satu sama lain.
7.      Pesdik memberikan kuis akhir secara individual untuk melihat kemampuan siswa setelah belajar bersama anggota kelompoknya.
8.      Guru memberi penghargaan pada kelompok berdasarkan perolehan nilai peningkatan hasil belajar individual dari skor kuis dasar ke skor kuis akhir.
2.2.2.      Jigsaw
Model pembelajaran jigsaw adalah sebuah model belajar kooperatif yang menitik beratkan kepada kerja kelompok siswa dalam bentuk kelompok kecil, seperti yang diungkapkan Lie ( 1993: 73), bahwa pembelajaran kooperatif model jigsaw ini merupakan model belajar kooperatif dengan cara siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri atas empat sampai dengan enam orang secara heterogen dan siswa bekerja sama salaing ketergantungan positif dan bertanggung jawab secara mandiri.
Dalam model pembelajaran jigsaw ini siswa memiliki banyak kesempatan untuk mengemukanakan pendapat, dan mengelolah imformasi yang didapat dan dapat meningkatkan keterampilan berkomunikasii, anggota kelompok bertanggung jawab atas keberhasilan kelompoknya dan ketuntasan bagian materi yang dipelajari, dan dapat menyampaikan kepada kelompoknya ( Rusman, 2008.203).
Adapun beberapa karakteristik atau ciri dari model pembelajaran jigsaw diantaranya:
1.      Siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri dari 4-6 orang per kelompok dengan memperhatikan keheterogenan
2.      Bekerja sama positifdan setiap anggota bertanggung jawab untuk mempelajari masalah tertentu dan materi yang diberikandan menyampaikan materi tersebut kepada anggota kelompok yang lain.
Terdapat kelompok asal dan kelompok hasil  yang saling bekerja sama.
Adapun contoh penerapan model pembelajaran Jigsaw  dalam pembelajaran IPS  kelas 6 adalah sebagai berikut.
1.      Pada pertemuan sebelumnya, guru membentuk kelompok heterogen yang terdiri dari 5 – 6 siswa. ,
2.      Pada pertemuan sebelumnya pula, pendidik memberi tugas kepada masing – masing anggota kelompok untuk mepelajari benua/ negara tetangga. Setiap anggota kelompok mempelajari benua/negara tetangga yang berbeda. Pendidik memberikan referensi yang bisa dijadikan acuan, misalkan alamat blog, handout dsb. Pendidik memberi keleluasan untuk menhhunakan sumber lain sebagai pengembangan atau penjelasan terhadap materi yang kurang dipahami. Pendidik juga memberikan lembar khusus untuk mencatat hal – hal yang kurang dimengerti selama proses pembelajaran di rumah.
3.      Pada hari penerapan model pembelajaran, pendidik meminta setiap anggota kelompok untuk  bergabung dengan anggota kelompok lain yang mempelajari hal yang serupa.
4.      Hal – hal yang kurang dimengerti selama proses pembelajaran di rumah didiskusikan bersama dalam kelompok tersebut.
5.      Saat proses diskusi selesai, setiap anggota kelompok dapat kembali pada kelompok awal.
6.      Setiap anggota kelompok saling berbagi  dan berdiskusi tentag pengetahuan yang telah dipelajarinya.
2.2.3.      TBI (Task Based Instruction)
Task Based Instruction (TBI) merupakan model pembelajaran yang dilakukan dengan cara membentuk pengalaman siswa, dengan kata lain siswa langsung mempraktekannya sendiri, melakukan eksperimen atau turun langsung ke lapangan. Pengetahuan yang didapat  bukan hanya sekdar teori tapi juga keterampilan atau kemampuan terapan.
Dalam pembelajarn IPS kelas 6 MI, model ini sangat baik digunakan dalam mepelajari bencana alam. Dengan demikian siswa dapat langsung merasakan dan memahami secara nyata tentang daerah – daerah yang berpotensi, sebab akibat, pencegahan dan penanggulangan bencana alam yang ada di daerahnya
Karakteristik dari model TBI antara lain adalah adanya kegiatan mengamati dan praktek langsung.
Contoh penerapan model pembelajaran TBI dalam memepelajari bencana alam adalah sebagai berikut :
1.      Pendidik memberi tugas kepada siswa untuk mengamati video tentang bencana alam dan penanggulanganya, khususnya yang berpotensi terjadi di wilayah mereka.
2.      Guru mengajak siswa untuk pengamatan secara langung tentang potensi bencana yang ada diwilayah sekitar sekolah, contoh area rawan longsor, area rawan banjir,  dsb.
3.      Pesdik melakukan tanya jawab dengan pesdik tentang potensi bencana alam yanga ada di daerah tersebut
4.      Pesdik menerangkan secara singkat tentang potensi, sebab akibat, dan hal – hal lain tentang potensi bencana yang terjadi pada daerah itu.
5.      Bersama pesdik, bersama pendidik melakukan penanggulangan bencana di daerah tersebut. Contohnya menanam pohon, di daerah yang rawan lonngsor, menanam pohon bakau di sekitar pantai untuk mencegah abrasi, dan melakukan pembersihan sungai/daur ulang di kawasan rawan banjir.
6.      Pendidik juga membimbing siswa untuk melakukan simulasi apabila terjadi bencana, misalnya berlari, naik pohon, mencari area yang lebih tinggi dsb.
7.      Guru memberikan so’al terkait dengan hal yang telah dipelajari.
Model pembelajaran ini juga cocok digunakan untuk mempelajari operasi pasar.
2.2.4.      Role Playing
Role playing atau bermain peran adalah sejenis permainan gerak yang di dalamnya ada tujuan, aturan dan sekaligus melibatkan unsur senang (Jill Hadfield, 1986). Adapun Abu Ahmadi dan Joko Tri Prasetya (1997:81) memberikan pendapat tentang metode role playing, yaitu, “Suatu cara mengajar yang memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mendramatisasikan sikap, tingkah laku atau penghayatan seseorang, seperti yang dilakukan dalam hubungan sosial sehari-hari dalam masyarakat.”
Metode Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. Permainan ini pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang, hal itu bergantung kepada apa yang diperankan. Role playing atau disebut juga dengan istilah sosiodrama merupakan permainan yang dilakukan oleh anak didik tentang satu situasi.
Metode Role Playing bagus diterapkan dalam pembelajaran perdagangan internasional dengan permainan tata negara. Adapun langkah – langkah permainan tata negara dalam pembelajaran Perdaganagan Internasional adalah sebagai berikut.
1.      Guru membagi siswa ke dalam kelompok heterogen yang terdiri 5 – 6 orang
2.      Setiap kelompok memilih nama negara sebagai nama kelompok mereka
3.      Setiap anggota kelompok memilih peran yang telah disediakan oleh guru, yaitu, pemerintah, Bank + BUMN, intel, dan rakyat yang masing – masing memiliki pekerjaan sebagai, petani dan pedagang.
4.      Setiap orang diberi modal, petani, pedagang, dan bank negara.
5.      Setiap negara dibagi lahan, sumber daya alam, wabah penyakit/virus, dan potensi bencana.
6.      Setiap peran diberi tahu tentang tugasnya masing – masing
a.       Petani bertugas menggarap sumber daya alam negara dan memelihara ternak. bibit, pupuk, anak ternak dan pakan dibeli dari pedagang. Petani bebas membeli bibit dan ternak kepada pedagang mana saja. Jangka waktu panen dan  besarnya ternak ditentukan 5 menit sejak penanaman. Sesaat setelah menanam petani langsung mengatur alarm. Petani dapat menjual hasil kebun dan ternaknya kepada pedagang dalam negri, ataupun luar negri dengan pajak bea cukai yang telah ditentukan oleh masing – masing negara. Ketika petani kehabisan modal petani dapat meminjam pada bank.
b.      Intel bertugas menyelidiki negara lain. Masing – masing Intel mengawasi satu negara. Intel juga menjaga petani, agar tidak melakukan kecurangan. misalnya mengatur alarm terlalu cepat/ kurang dari 5 menit
c.       Pedagang menjual bibit dan anak ternak. Bibit dan anak ternak yang dijual oleh masing – masing pedagang berbeda sesuai dengan komoditi utama negaranya.  membeli hasil perkebunan petani yang sudah dipanen. Setelah dibeli, ternak kembali menjadi anak ternak, dan hasi pertanian berubah menjadi bibit kembali. Yang selanjutnya dapat dijual kepada petani. Pedagang berhak menolak produk yang dijual petani kepadanya.
d.      Pemerintah penentu kebijakan,  diantaranya menentukan pajak bea cukai, operasi pasar, pajak bangunan pedagang dan pajak lahan petani. Setiap 10 menit sekali pemerintah mengumumkan pemungutan pajak kepada petani dan pedagang. Pemerintah juga menyedikan lahan kosong. Lahan itu dapat dibeli oleh petani dari negara manapun. Pajak berdasarkan lahan. Pemerintah bebas menentukan harga..
e.       BUMN yang merangkap sebagai bank, menyedikan pinjaman, lahan kosong, bibit, dan anti virus untuk negara lain. BUMN juga dapat menanam saham di lahan – lahan negaranya atau negara lain berdasarkan persetujuan.
7.      Tujuannya adalah petani dan pedagang berusaha mendapatkan uang dan lahan sebanyak – banyaknya. Sedangkan Pemerintah, Intel bersama BUMN menjaga negara dari serangan virus dan bencana. Barangsiapa yang rakyatnya paling makmur dan negaranya telah tehindar dari bencana maka itulah yang dinyatakan menang.

BAB III
PENUTUP
3.1. Simpulan

1.      Model Pembelajaran adalah acuan  yang digunakan pendidik untuk membelajarkan peserta didik dalam proses pembelajaran
2.      Model Pembelajaran yang cocok diterapkan dalam pembelajaran IPS MI/SD kelas 6 adalah Rolle Playing, TAI, TBI, dan Jigsaw
3.      TAI adalah model pembelajaran yang merupakan perpaduan antara model pembelajaran kooperatif dan individual, dirancang untuk mengatasi kesulitan belajar individual dan baik diterapkan dalam pembelajaran Administrasi Wilayah Indonesia.
4.      TBI adalah model pembelajaran yang membentuk pengalaman siswa , cocok diterapkan dalam pembelajaran bencana alam
5.      Jigsaw adalah model pembelajaran kooperatif yang terdiri yang menggunakan prinsip puzzle, dimana masing – masing dalam anggota kelompok memiliki peran atau kedudukan yang tidak bisa digantikan. Setiap anggota kelompok mempelajari bagian pengetahuan yang berbeda, yang pada akhirnya untuk dibagikan pada kelompoknya, saling berbagi pengetahuan yang telah dipelajari.
6.      Rolle Playing merupakan model pembelajaran yang diekspresikan melalui peran. Baik digunakan dalam pembelajaran Perdagangan Internasional.
1.      
3.2. Saran
Demikian karya tulis ini penyusun buat secara rinci dan sistematis, berdasarkan sumber – sumber yang aktual dan dapat dipertanggungjawabkan.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat khusunya bagi pendidik dan calon pendidik dan umumnya bagi segenap pembaca dan seluruh elemen masyarakat yang terlibat dan tertarik dengan pendidikan
Semoga makalah ini dapat dijadikan dan diaplikasikan dengan semestinya pada proses pembelajaran. Sehingga tercipta suatu proses pembelajaran yang berkualitas dan bermakna yang berujung pada keberhasilan tujuan dan prestasi yang memuaskan.
Terimakasih dan mohon maaf atas segala kekurangan, kritik dan saran yang membangun sangata penyusun harapkan. Wabillahitaufiq Walhidayah Wassalamu’alaikum Wr. Wb.


DAFTAR PUSTAKA

Widodo, Sri Warsono dan HP Mulyadi. Ilmu Pengetahuan Sosial Untuk SD/MI kels VI. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Nurlaela, Shafira. 2015. Makalah Model Pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI). Ciamis : Byself
Suryana, Nana. 2015. Makalah Model Pembelajaran Task Based Intruction (TBI). Ciamis : Byself
Aisiyah, Enur. 2015. Makalah Model Pembelajaran Jigsaw. Ciamis : Byself
Karim. Elin. 2015. Makalah Model Pembelajaran Rolle Playing. Ciamis :Byself
Sumber lain:
Khoiratunnisa, Nisa. 2012. Definisi Metode, Model Pembelajaran  Menurut  Para Ahli. Melalui : (http://neza-khoirotunnisa.blogspot.co.id/2012/09/definisi-metode modelpembelajaran.html)  (19/02/2016)








Tidak ada komentar:

Posting Komentar